advertisement

Persebaya Surabaya Malu dengan Ketidakpastian PT LIB Masalah Kompetisi Liga 1 2021/2022

Tuesday, July 20th, 2021 - Trending
advertisement

Persebaya Surabaya betul-betul malu dengan ketidakjelasan ajang Liga 1 2021/2022. Sejak dipastikan diundur, belum ada keputusan resmi yang disampaikan PSSI ataupun PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator ajang.

Manajer Bajol Ijo, Candra Wahyudi mengaku cemas dengan keadaan ini. Ia berkeinginan kedua otoritas terkait tidak menjalankan kesalahan serupa ketika mengulur-ngulur waktu seperti tahun lalu.

Pada ajang Liga 1 2020, ajang diundur pada pekan ketiga ketika Corona mulai perdana kali masuk ke Indonesia. Pernah bakal diteruskan pada awal Oktober 2020, tetapi konsep itu tidak mampu terealisasi.

“Jangan sampai hal yang sama terulang tahun ini. Jika sampai akhir Agustus 2021 belum ada kepastian, kami mengusulkan segera diputuskan nasib kompetisi secara definitif,” ujarnya.

Usaha sudah jajal diadakan dua instansi itu. Namun sampai medio Februari lalu, izin keamanan dari pihak Kepolisian tidak kunjung mereka dapatkan. Mereka pun langsung membatalkan ajang musim lalu.

Faktor inilah yang tidak ingin dirasai Candra Wahyudi itu. Karena, dampak dari kejadian itu amat merugikan tim asal Kota Pahlawan ini utamanya dari sisi keuangan di mana mereka wajib tetap menunaikan kewajiban namun kesusahan mencari pemasukan.

“Ini (kompetisi dibatalkan) lebih baik daripada membiarkan mengambang tanpa kepastian,”ujarnya.

Walaupun masih tidak pasti juntrungannya, Bajol Ijo tetap menginginkan ajang musim ini betul-betul mampu digelar.

Kesuksesan pelaksanaan turnamen Piala Menpora menjadi bukti laga sepak bola mampu diadakan dengan protokol yang ketat. Tetapi, Persebaya Surabaya memiliki satu persyaratan kalau akhirnya ajang kasta tertinggi Indonesia musim 2021/2022 dilaksanakan.

Mereka tidak ingin akhir ajang melebih Maret 2022. Bukan tanpa alasan mereka menuntut faktor itu. Karena, faktor itu berkaitan dengan durasi masa kerja punggawa samapi perjanjian kerja sama dengan pihak sponsor. Kalau sampai molor, tentu bakal memberi beban tambahan bagi tim.

“Menurut kami, masih sangat memungkinkan untuk menggelar kompetisi pada periode Agustus 2021 sampai Maret 2022. Salah satu opsinya bisa dengan memangkas masa jeda antar series saat kompetisi berjalan dengan sistem semi bubble to bubble,” ujar Candra.

“Jadwal bisa dimampatkan. Dari satu pertandingan setiap minggunya, menjadi tiga pertandingan dalam dua minggu juga bisa dilakukan dan masih sangat memungkinkan. Hal ini mengacu pada Piala Menpora 2021,” tandasnya.

advertisement
Persebaya Surabaya Malu dengan Ketidakpastian PT LIB Masalah Kompetisi Liga 1 2021/2022 | admin | 4.5