advertisement

Penyerang Asing PSIS Semarang Mengungkapkan Kecemasan Masalah Masa Depannya di Klubnya

Friday, May 28th, 2021 - Trending
advertisement

Lama tidak terdengar beritanya, bomber PSIS Semarang, Bruno Silva mencurahkan isi hatinya via media sosial. Yaitu terkait belum dapat diketahui masa depannya bareng klub asal Kota Atlas itu untuk Liga 1 musim 2021/2022.

Penyerang asal Brasil itu sedianya adalah striker mematikan dan amat diandalkan oleh Mahesa Jenar, setidaknya musim 2018 lalu. Sang pilar menjadi mesin brace dan pencetak gol terbanyak di PSIS Semarang untuk musim itu, sampai berlanjut di musim 2019 dan 2020 sebelum Liga ditangguhkan akibat wabah virus Corona.

Lantas pemain haus gol berkepala plontos itu menentukan kembali pulang ke tanah kelahirannya di Brasil pada waktu ajang terhenti, termasuk ketika keterusan ajang kasta tertinggi Indonesia musim 2020 tidak jadi dihelat sampai berstatus gugur. Ia senantiasa menanti berita dari klubnya sekaligus masalah masa depannya bareng Mahesa Jenar.

Sepertinya faktornya tiga legiun asing lain yang dimiliki Mahesa Jenar, seperti Wallace Costa, Jonathan Cantillana, dan Flavio Beck Jr. Pilar berpostur tinggi 188cm itu pula absen memperkuat tim besutan Dragan Djukanovic itu ketika bermain di turnamen Piala Menpora 2021 Maret-April kemarin.

Via akun Instagram pribadinya, eks pemain Al-Ain Saudi itu membeberkan kegundahnya. Pihaknya pula belum dapat memastikan kapan kembali ke Mahesa Jenar. Ia menyebut ada peluang untuk mencari tim lain sebagai pelabuhan anyarnya, kalau memang tidak lagi dipertahankan.

“Halo teman-teman, semoga kalian baik-baik saja. Saya ingin menyampaikan beberapa hal. Bahwa saya tidak mengetahui masa depan saya dengan klub,” tulis Bruno Silva dalam story Instagram, Kamis (27/05/2021).

“Saya perlu bekerja dan membutuhkannya. Saya percaya bahwa tidak hanya saya tetapi semua pemain asing. Saya menyerahkan banyak hal untuk kembali ke klub, dengan menolak lamaran dari tempat lain, karena rasa hormat dan cinta untuk klub. Tetapi saya tidak tahu berapa lama,” katanya.

Kesempatan mantan pemain Portuguesa itu bertahan di Mahesa Jenar musim ini terlihatnya cukup menipis. Keadaan yang dialami banyak klub, terutama keuangan akibat hantaman wabah virus Corona amat dirasai tidak cuma PSIS Semarang. Banyak klub yang mengandalkan pilar lokalnya.

Seperti yang diperlihatkan Mahesa Jenar pada gelaran turnamen pramusim kemarin, yaitu tidak ada legiun asingnya. Bahkan dengan tim yang mayoritas amunisi muda hasil akademi, PSIS Semarang justru bisa membikin kejutan dengan melaju ke babak delapan besar.

“Saya sedih dengan situasi ini. Mungkin kisah indah dengan klub ini akan segera berakhir dan itu bukan salah saya,” ungkap pemain yang selalu mengenakan nomor punggung 91.

Sementara itu, manajemen Mahesa Jenar belum lama ini memastikan bahwa empat pilar impornya masih memiliki ikatan masa kerja dengan PSIS Semarang.

Cuma saja, pemanggilan kembali para ekspatriat Mahesa Jenar nanti di adakan usai adanya kejelasan penyelenggaraan ajang Liga 1. Meliputi jadwal pasti serta regulasi yang dikeluarkan oleh PSIS dan PT LIB.

CEO Mahesa Jenar, Yoyok Sukawi menuturkan bahwa pihaknya tidak ingin kembali terjebak dalam keadaan ketidakpastian ajang. Seperti yang sempat dialami pada konsep keterusan musim 2020 yang berakhir tidak jadi.

Bahkan waktu itu palang pintu Wallace Costa telah kembali dari Brasil, dan wajib pulang ke negaranya ketika mengetahui ajang dinyatakan gugur.

“Pemain asing sampai sekarang masih berstatus kontrak. Tinggal menunggu kepastian liga. Tapi PSIS sangat berhati-hati untuk mendatangkan mereka. Kami tidak ingin terulang seperti tahun lalu,” terang Yoyok Sukawi.

“Lalu regulasinya seperti apa? Ada degradasi atau tidak. Semua itu harus pastikan dulu. Setelah pasti, baru persiapan. Kecuali kami tidak punya pemain asing dan harus mencari dulu,” tegasnya.

advertisement
Penyerang Asing PSIS Semarang Mengungkapkan Kecemasan Masalah Masa Depannya di Klubnya | admin | 4.5