advertisement

Pelatih Persik Kediri Tebar Ikrar Penyerang Macan Putih Lebih Gereget Meladeni Persikabo 1973

Thursday, September 16th, 2021 - Trending
advertisement

Sektor serang Persik Kediri belum bermain gereget pada dua duel perdana kompetisi BRI Liga 1 2021/2022. Pekerjaan rumah inilah yang menjadi fokus juru racik Joko Susilo saat tim besutannya menghadapi Persikabo 1973 pada jornada ketiga, Jumat (17/09/2021).

Musim ini, Macan Putih memiliki tiga striker murni yaitu Youssef Ezzejjari, Septian Satria Bagaskara, dan Muhamad Ridwan. Tetapi mereka belum bermain sesuai ekspektasi juru racik asal Cepu tersebut.

“Ketiganya belum maksimal. Itu jadi tugas saya untuk memperbaiki kinerja mereka. Saya sudah benahi, semoga lawan Persikabo nanti berhasil,” kata Joko Susilo, Selasa (15/09/2021).

Ketika tim besutan Joko Susilo ini dikalahkan Bali United 1-0 di laga pembuka, Youssef Ezzejjari diplot sebagai bomber tunggal. Sayang debut sang pilar mengecewakan. Dia tidak berhasil mengeksekusi tendangan penalti.

Pelatih berusia 50 tahun itu pula sudah jajal menduetkan pilar kelahiran Spanyol itu dengan Satria Bagaskara ketika Macan Putih menaklukkan Borneo FC 1-0. Tapi lagi-lagi, sang nahkoda belum lega.

Bahkan, waktu itu penyerang asal Kediri itu ditarik keluar digantikan Bayu Otto, winger bernaluri menyerang. Gol kemenangan Macan Putih bukan dari ketajaman bomber. Brace itu berkat kepandaian winger Adi Eko Jayanto.

“Saya sudah matangkan para penyerang di latihan. Tapi saya tak membuka ke publik, apa saja perubahan itu,” ujarnya.

Mantan juru taktik Arema FC itu pula menolak menyebut siapa ujung tombak yang bakal menjadi duet punggawa berusia 28 tahun itu nanti.

“Maaf saya tak bisa ungkapkan. Ada Bagas dan Ridwan yang bisa mendampingi Youssef. Saya akan lihat, siapa yang paling siap dan berani tarung di lapangan,” ucapnya.

Sebelumnya, permainan Macan Putih terlihat lamban dan monoton ketika menumbangkan Pesut Etam 1-0 pada jornada kedua kompetisi BRI Liga 1 di Stadion Pakansari Kabupaten Bogor, Jumat (10/09/2021).

Performa Andri Ibo dan rekan-rekan berbeda jauh dibanding saat dikalahkan Bali United 1-0 pada pertandingan pembukaan lalu. Waktu itu, pilar Macan Putih kerap berlari, menekan, dan adu badan. Tapi itu tidak kelihatan melawan klub asal Samarinda tersebut.

“Itu bagian strategi. Saya tahu fisik anak-anak belum pulih seratus persen usai latihan di pantai. Makanya saya instruksikan mereka lebih banyak main sabar dan mengatur ritme bola,” ucapnya.

Joko Susilo bersyukur Borneo FC terpancing dan mengikuti ritme yang dimainkan Macan Putih.

“Kalau Borneo FC memforsir main cepat seperti lawan Persebaya kemarin, pemain Persik Kediri bisa keteteran. Waktu tiga hari tak cukup untuk pemulihan otot. Ini berkat karunia Allah SWT,” ucapnya.

advertisement
Pelatih Persik Kediri Tebar Ikrar Penyerang Macan Putih Lebih Gereget Meladeni Persikabo 1973 | admin | 4.5