advertisement

Bhayangkara FC Bermain Seri Dengan PSIS Semarang, Pelatih The Guardians Malu Dengan Kinerja Wasit di Indonesia

Saturday, November 27th, 2021 - Trending
advertisement

Arsitek Bhayangkara FC, Paul Munster, kembali bersuara masalah buruknya kualitas wasit di sepak bola Indonesia. Teranyar, sang nahkoda melontarkan kekecewaan itu usai tim besutannya cuma mampu tampil seri 0-0 ketika meladeni PSIS Semarang pada duel jornada ke-14 Kompetisi BRI Liga 1 2021/2022, Jumat (26/11/2021) malam.

Ada satu peristiwa yang disoroti juru racik asal Irlandia Utara itu. Peristiwa itu adalah ketika winger tumpuan The Guardians, Lee Yujun, memperoleh kartu merah pada menit ke-77. Sang pemain memperoleh kartu merah usai mengalami peristiwa dengan winger Mahesa Jenar, Finky Pasambah.

Menurut nahkoda berusia 39 tahun ini, kalau wasit memberi kartu merah kepada pemain berusia 32 tahun ini, harusnya punggawa berusia 28 tahun itu pula memperoleh perlakuan serupa. Karena, menurut sang pelatih, pemain PSIS Semarang itu yang menjadi pemicu perdana peristiwa itu.

“Banyak kejadian janggal yang belakangan ini merugikan kami. Seharusnya pemain PSIS juga kena kartu merah karena dia memukul Lee lebih dulu,” kata Munster dalam sesi jumpa pers selepas pertandingan.

Eks pelatih BK Forward itu kemudian mengatakan dirinya merasa malu dengan keadaan wasit di sepak bola Tanah Air, bahkan di level tertinggi seperti BRI Liga 1. Menurut sang arsitek, PSSI selaku federasi sepak bola di Indonesia pula seakan diam dengan banyaknya peristiwa memalukan yang melibatkan perangkat laga.

“Setiap hari saya lihat di Instagram banyak sekali kejadian salah ambil keputusan dari wasit dan asisten wasit. Saya sebagai pelatih merasa malu dengan situasi ini. Apa yang sebenarnya terjadi di negeri ini, dalam setiap pertandingan selalu ada kesalahan dari perangkat pertandingan,” lanjut pelatih Bhayangkara FC itu.

Mantan juru racik Timnas Vanuatu itu mengatakan kalau faktor-faktor fundamental seperti kualitas perangkat pertandingan yang tidak mampu dinaikkan, bakal susah melihat sepak bola Tanah Air mampu berkembang. Karena, Indonesia selalu berhadapan dengan masalah serupa dan terus berulang di tiap musim kompetisi.

“Saya di sini sudah dua tahun lebih. Saya tidak mendapatkan jawaban apapun soal hal itu dari PSSI. Kejadian itu masih terulang. Tidak ada tindakan yang jelas agar perangkat pertandingan bisa lebih baik,” ujar Paul Munster.

“Setiap tim dipaksa untuk move on ke laga selanjutnya tanpa ada solusi. Jadi bagaimana level Liga Indonesia bisa meningkat,” keluh sosok yang pernah menukangi Timnas Vanuatu itu.

Meskipun cuma mampu memetik hasil seri tanpa gol meladeni tim asal Kota Lumpia itu, The Guardians masih ada di puncak klasemen sementara Kompetisi BRI Liga 1 musim ini. Tim besutan Paul Munster ini memiliki 30 angka dari 14 duel dan unggul dua angka dari Persib Bandung yang menduduki posisi kedua.

advertisement
Bhayangkara FC Bermain Seri Dengan PSIS Semarang, Pelatih The Guardians Malu Dengan Kinerja Wasit di Indonesia | admin | 4.5