advertisement

Persis Solo Masih Memiliki Kekurangan Setelah Tampil Selama 80 Menit Melawan Bali United

Thursday, June 17th, 2021 - berita bola
advertisement

Persis Solo memperoleh pelajaran yang penting setelah mencoba kekuatan klub Liga 1, Bali United dalam partai eksebisi bertajuk ‘Bali Tour de Java’ di Stadion Manahan, Solo, Rabu (16/06/2021). Tim asal Solo itu takluk 1-2 dalam laga yang cuma berjalan selama 80 menit itu, sebab hal teknis.

Lampu Stadion Manahan Solo belum dapat dinyalakan ketika memasuki menit ke-79. Sementara keadaan di Kota Solo yang mendung gelap membikin laga tidak pantas diteruskan. Alhasil duel dinyatakan tuntas untuk keunggulan tim asal Pulau Dewata itu 2-1 atas Laskar Samber Nyawa.

Laskar Sambar Nyawa sesungguhnya bermain cukup bagus dan disiplin setidaknya selama 45 menit perdana. Juru racik Eko Purjianto mengandalkan muka-muka seperti Sandi Sute, Eky Taufik, Heri Susanto, Delvin Rumbino, dan Alberto Goncalves sejak menit pertama.

Permainan agresif Serdadu Tridatu dapat diatasi oleh para pemain Laskar Samber Nyawa, bahkan tuan rumah lebih banyak memberi pressing dan ancaman via permainan cepat kedua sayapnya. Sayang, tim besutan Eko Purjianto itu seperti kurang fokus pada awal babak kedua.

Dua gol dalam kurun waktu cepat dihasilkan oleh tim asuhan Stefano Cugurra Teco itu yaitu lewat Fahmi Al-Ayyubi dan Ilija Spasojevic, yakni menit ke-47 dan 51. Laskar Samber Nyawa baru menanggapi dengan memperkecil ketertinggalan pada menit ke-70, via Rivaldi Bawuo menyambut operan silang Assanur Rijal.

Arsitek Persis Solo, Eko Purjianto menilai berharganya duel meladeni Serdadu Tridatu meskipun hasilnya belum memuaskan. Tetapi dari laga tadi, klubnya dapat memahami kelemahan di tiap sektor dan posisi, kemudian menjadi evaluasi sekaligus pekerjaan rumah yang wajib dibenahi kedepannya.

“Tentu ada evaluasi untuk tim. Kita melihat kelemahan tim, kurangnya di mana. Babak pertama bisa mengimbangi Bali United dan mendapat beberapa peluang. Babak kedua kami lengah dan Bali United berhasil mencetak gol. Menjadi pekerjaan rumah buat kami,” terangnya usai pertandingan.

Juru racik berusia 45 tahun itu pula mengakui kurang maksimalnya kinerja punggawa dalam menuntaskan peluang. Skuatnya memiliki sederet kesempatan untuk menambah pundi-pundi gol, tetapi selalu mentah.

Kemudian faktor lain adalah sisi organisasi pertahanan yang masih belum berjalan maksimal. Terbukti adanya dua gol dalam interval waktu empat menit yang bersarang ke gawang Laskar Samber Nyawa di awal babak kedua.

“Terlepas dari progres, masih banyak kelemahan yang harus kita tambal di situ. Banyak pemain di setiap posisi, tapi saya sudah mendapat gambaran untuk kerangka tim utama,” jelas Eko Purjianto.

advertisement
Persis Solo Masih Memiliki Kekurangan Setelah Tampil Selama 80 Menit Melawan Bali United | admin | 4.5