advertisement

Mengungkapkan Usaha Pelatih Persiraja Banda Aceh Mengatasi Keterbatasan Stok Punggawa Laskar Rencong Ketika Menghadapi Bhayangkara FC

Wednesday, September 1st, 2021 - berita bola
advertisement

Persiraja Banda Aceh bermain spartan ketika melawan Bhayangkara FC dalam duel pertama kompetisi BRI Liga 1 2021/2022, Minggu (29/08/2021). Meskipun klub asal Aceh itu takluk 1-2, tapi Hendri Susilo bangga dengan performa anak didiknya.

Laskar Rencong tumbang 1-2 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang. Dalam partai itu legiun asing Persiraja, Paulo Henrique, berhasil melesakkan gol penyeimbang skor usai skuatnya lebih dulu tercecer oleh gol Ezechiel N’Douassel.

Sayangnya, Laskar Rencong akhirnya takluk lantaran bomber berusia 33 tahun ini sukses menciptakan brace keduanya yang menentukan kemenangan Bhayangkara. Meskipun takluk, pelatih kelahiran Sumatera Barat itu mengaku tercengang dengan penampilan anak didiknya.

“Saya tidak menyangka anak-anak tampil bagus. Meski kalah, bagi saya kinerja pemain sungguh luar biasa. Mereka punya spirit pantang menyerah di lapangan,” ujar Hendri Susilo.

Sebelum bertolak ke Jakarta, juru racik berusia 55 tahun itu memang meladeni kondisi yang susah. Betapa tidak, dari total 22 pilar yang dimilikinya, sang nahkoda cuma mampu membawa 17 punggawa.

“Kami tidak bisa membawa kekuatan penuh ke Jakarta. Lima pemain terkendala kebugaran. Makanya saya mengoptimalkan materi yang ada,” ungkap pelatih Persiraja Banda Aceh itu.

Saat menghadapi Bhayangkara FC, eks arsitek Persisam Samarinda itu pun mengadakan perombakan posisi pilar. Ada tiga angka yang diganti sang pelatih dari tim Laskar Rencong.

Zamzani yang biasa menjadi winger ditarik menjadi lini belakang tengah untuk menggantikan M. Roby yang absen. M. Isa, spesialis palang pintu sayap, didorong menjadi striker sayap. Begitu pun Ramadhan diplot mengisi lini winger bertahan.

“Tidak ada rotan, akar pun jadi. Tiga pemain ini tampil bukan di posisi aslinya. Tapi, mereka mampu mengemban tugasnya dengan baik. Perubahan ini saya lakukan sangat mendadak. Siapa lagi yang main, karena stok pemain Persiraja terbatas,” ujar Hendri Susilo.

Meskipun kurang materi punggawa, Defri Rizki dan rekan-rekan bermain militan dan pernah menyusahkan The Guardians. Bahkan pada masa injury time, mereka menekan pertahanan musuh.

“Saya salut dengan pemain. Mereka tidak gentar menghadapi Bhayangkara FC yang dihuni pemain Timnas Indonesia. Anak-anak juga kerja keras hingga menit terakhir,” pungkasnya.

Usai takluk dari Bhayangkara FC pada duel pekan pertama kompetisi BRI Liga 1 2021/2022, Laskar Rencong bakal melakoni partai keduanya dengan melawan PSS Sleman pada 11 September 2021.

Usai itu, Laskar Rencong akan meladeni PSIS Semarang dan Persipura Jayapura. Dua partai itu dihelat pada 18 dan 24 September 2021.

Sementara untuk laga jornada kelima dan keenam ajang kasta teratas Indonesia musim 2021/2022, tim besutan Hendri Susilo ini bakal berjumpa dengan Persela Lamongan dan Persija Jakarta pada 28 September dan 02 Oktober 2021.

Jadwal Persiraja Banda Aceh hingga pekan keenam BRI Liga 1 2021/2022:

– Persiraja Banda Aceh vs PSS Sleman, 11 September 2021.
– PSIS Semarang vs Persiraja Banda Aceh, 18 September 2021.
– Persiraja Banda Aceh vs Persipura Jayapura, 24 September 2021.
– Persela Lamongan vs Persiraja Banda Aceh, 28 September 2021.
– Persiraja Banda Aceh vs Persija Jakarta, 2 Oktober 2021.

advertisement
Mengungkapkan Usaha Pelatih Persiraja Banda Aceh Mengatasi Keterbatasan Stok Punggawa Laskar Rencong Ketika Menghadapi Bhayangkara FC | admin | 4.5