advertisement

Kiper Persija Jakarta Mengungkapkan Cerita Unik Perjalanan Timnya Menjadi Kampiun Piala Menpora 2021

Monday, May 31st, 2021 - berita bola
advertisement

Gelaran turnamen pramusim Piala Menpora 2021 memang sudah berkesudahan sebulan lalu. Persija Jakarta keluar sebagai yang terbaik dengan menjadi pemenangnya, menaklukkan Persib Bandung dengan skor agregat 4-1 pada duel final yang berlangsung dua leg.

Para pilar larut dalam suka cita dan ikut disambut bahagia oleh para suporternya, The Jakmania. Sekaligus menjadi bekal besar untuk mengarungi ajang Liga 1 2021/2022 yang tinggal sebulan lagi bergulir.

Tetapi di balik keberhasilan Macan Kemayoran meraih gelar kampiun di turnamen pramusim, ada cerita menarik dan menginspirasi. Sebuah kejadian yang dialami oleh palang pintu senior mereka, Maman Abdurachman, sesuai penuturan cerita dari kiper sekaligus kapten skuat Andritany Ardhiyasa.

Seluruhnya berawal dari kejadian gempa di Malang, Jawa Timur, ketika fase babak delapan besar Piala Menpora pada 13 April 2021 atau menyongsong partai tim Ibukota bertemu Barito Putera untuk merebut tiket ke semifinal.

Hotel tempat pilar Macan Kemayoran menginap ikut terdampak dan membikin semua pilar Persija panik untuk berhamburan keluar hotel ketika gempa terjadi.

Alhasil ada satu amunisi yang menderita cedera, yaitu Maman Abdurachman akibat kepanikan yang terjadi. “Ada satu cerita lucu saat Maman cedera di babak delapan besar lawan Barito Putera,” terang Andritany Ardhiyasa dalam obrolan di kanal YouTube Jak Online.

“Maman seharusnya main menggantikan Yann Motta yang mendapat akumulasi kartu, tapi tiba-tiba siang sebelum meeting terjadi gempa di Malang. Semua panik turun lewat tangga darurat, Maman cedera.”

“Maman tetap dipaksa untuk bisa main, meski dia merasa tidak mampu. Kami beberapa pemain pun bercanda dengan ngomong mental kamu lemah, masak begitu saja nggak bisa main,” kelakar sang kiper.

“Padahal memang sakit beneran. Buat jalan saja sakit. Jadi dia (Maman) lompat turun tangga dan ketika landing nggak pas,” lanjutnya.

Perjuangan yang diadakan bek berusia 39 tahun itu ternyata berlanjut sampai ke laga final. Di mana ia ikut menjadi pilar kunci Macan Kemayoran dalam menggondol gelar Piala Menpora dalam keadaan kaki sakit.

Di tengah keadaan cederanya, eks bek Persib Bandung itu bisa memberi semua tenaga dan kerja kerasnya demi tim kebanggaan Jakmania itu. Termasuk saat wajibnya sang pemain kembali ke Jakarta untuk penyembuhan cederanya, ia justru bermain hebat sebagai lini pertahanan bareng Tony Sucipto atau Yann Motta.

“Sebelum laga final, dia seharusnya pulang ke Jakarta untuk penyembuhan. Saya bilang kamu jangan pulang dulu, karena kamu pemain senior yang sangat penting,” kenang Andritany Ardhiyasa.

“Ternyata dia main di dua leg final dan sangat luar biasa. Seharusnya ia di Jakarta untuk pemulihan, malah main dan luar biasa. Harus menjadi contoh pemain untuk anak-anak muda,” tambahnya.

advertisement
Kiper Persija Jakarta Mengungkapkan Cerita Unik Perjalanan Timnya Menjadi Kampiun Piala Menpora 2021 | admin | 4.5