advertisement

Pelatih Persib Bandung Membeberkan Kunci Perkembangan Positif Klubnya di Seri Kedua Kompetisi BRI Liga 1

Tuesday, November 9th, 2021 - Trending
advertisement

Persib Bandung menunjukkan tren positif dalam mengurangi Kompetisi BRI Liga 1 2021/2022. Pernah memperoleh guncangan dari Bobotoh usai empat kali tampil seri secara berturut-turut, Pangeran Biru bisa merespons kebimbangan dari Bobotoh pada seri kedua ajang kasta tertinggi Indonesia itu.

Dalam lima partai yang berlangsung di seri kedua Kompetisi BRI Liga 1, Maung Bandung bisa menyapu bersih seluruhnya dengan kemenangan. Total dari 11 laga sementara ajang kasta tertinggi Indonesia, Persib sudah 7 kali menang dan 4 kali seri, serta menempati peringkat kedua dalam klasemen sementara BRI Liga 1 dengan petikan 25 angka.

Hasil itu tentu menambah kepercayaan diri bagi anak-anak Persib Bandung dalam memandang seri ketiga Kompetisi BRI Liga 1 yang konsepnya bakal dihelat di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Meskipun hasil ini cukup memuaskan, PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono enggan jemawa dengan alasan ajang masih panjang. Yang berharga menurut dia, Pangeran Biru tetap fokus dalam mengarungi ajang musim ini.

“Saya tidak mau berkomentar dulu terhadap hasil sementara ini karena kompetisi masih panjang,” ujar Direktur Persib Bandung itu singkat saat dihubungi Bola.com.

Nahkoda Persib Bandung, Robert Alberts, mengaku hasil seri kedua, di mana tim besutannya mampu menyapu bersih dengan kemenangan karena anak didiknya memang sudah terbentuk fondasi di dalam skuat sampai solid.

Pelatih asal Belanda ini mengaku sebelum mengarungi ajang kasta tertinggi Indonesia itu para anak asuhnya memang tidak menjalankan pramusim dan beberapa pilar baru berlabuh, sehingga fondasi dan keadaan tim belum terbentuk di seri perdana. Beberapa pilar keadaannya belum bugar usai nyaris dua tahun tidak berajang.

“Jadi itu bisa dengan jelas menunjukkan enam laga awal adalah waktu membentuk fondasi di dalam tim dan membentuk tim yang solid. Fondasi sudah terbentuk dan setelah itu striker kami juga sudah kembali dari cedera dan kondisinya bugar,” jelas Robert.

“Saya sudah menyatakan berkali-kali bahwa enam laga awal seperti pramusim. Bukan hanya bagi kami, tapi juga untuk beberapa tim lain juga. Apalagi dua striker utama kami juga belum siap sepenuhnya karena cedera yang dialami Wander Luiz dan Geoffrey Castillion yang telat bergabung karena keperluan pribadi,” tambah pelatih Persib Bandung itu.

Maka itu, persiapan arsitek berusia 66 tahun ini memulai seri pertama sedikit terganggu. Tetap, usai seri pertama, anak didiknya tahu apa yang wajib diadakan untuk meladeni seri kedua Kompetisi BRI Liga 1 2021/2022 dan tahu apa yang harus ditekankan.

“Itu perbedaan antara seri pertama dan kedua. Kami memanfaatkannya sebagai pramusim dan tahu apa yang harus dilakukan. Jadi melihat hasil yang didapat, kami tidak terkejut karena kami bekerja dan sudah merencanakan itu,” tegas Robert.

Tidak cuma itu, eks pelatih PSM Makassar itu menyebut, pada seri pertama pula, anak didiknya harus membangun chemistry sehingga diperlukan waktu untuk membikin punggawa saling mengenal satu sama lain, baik di dalam maupun luar lapangan.

Maka itu, pada seri kedua, fondasi dan chemistry para pilar diakui juru taktik Persib Bandung ini sudah semakin padu dan tangguh, termasuk dua bomber asingnya sehingga mampu menyapu bersih dengan kemenangan.

“Tapi, kami tidak boleh terlena karena ke depan pertandingan akan makin berat. Saya hanya berharap pemain kami bisa mempertahankan tren sebagai tim yang belum terkalahkan,” harap Robert mengakhiri.

advertisement
Pelatih Persib Bandung Membeberkan Kunci Perkembangan Positif Klubnya di Seri Kedua Kompetisi BRI Liga 1 | admin | 4.5