advertisement

Menurut Ahli Kasus Omicron RI Bukan Lagi Penularan Lokal Tapi Masyarakat

Wednesday, December 29th, 2021 - Trending
advertisement

Metalovdeath.com – Dicky Budiman, Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia menduga kalau penularan untuk kasus virus Covid-19 varian omicron di Indonesia bukan lagi penularan lokal, tapi sudah berupa penularan masyarakat. Hal itu membuat Dicky menyampaikan respons dari temuan satu kasus varian Omicron penularan lokal di DKI Jakarta baru-baru ini.

Baca juga artikel : Promo Cashback Tahun Baru Pokerace99 Online

Dicky menduga kalau penyebaran kasus Omicron di Indonesia sudah berada di penularan lingkungan sekitar, tetapi belum terdeteksi oleh pemerintah karena tes whole genome sequences yang masih minim. “Jadi sulit untuk menghindari kemungkinan kalau kita belum berada di penularan masyarakat, itu sulit. Australia saja terjadi apalagi kita dengan upaya 3T yang tidak kuat, sehingga kemungkinan besar itu terjadi,” kata Dicky kepada CNNIndonesia.com, pada hari Rabu tanggal 29 Dec 2021.

Dicky kemudian menerangi minimnya jumlah pemeriksaan dengan menggunakan metode Whole Genome Sequencing (WGS) untuk mendeteksi jenis varian omicron di Indonesia. Terutama terhadap orang yang melakukan perjalanan ke luar negeri. Menurutnya untuk pemeriksaan WGS di Indonesia, masih sedikit atau 0,25 persen dari total kasus Covid-19 yang ada di Indonesia.

Dengan total jumlah kasus Covid-19 yang ada di Indonesia yang saat ini berjumlah 4.262.157 kasus, maka setidaknya Indonesia perlu memeriksa dengan metode WGS sekitar 42 ribu bagian dari keseluruhan atau orang. “Semua ini masalah waktu saja, ketika semua terjadi sebenarnya itu merupakan fenomena puncak gunung es. WGS perlu ditingkatkan, kalau tidak itu seperti yang saya bilang kalau di saya tidak menangkap ikan, padahal jaring yang dipakai kecil banget gitu,” kata dia.

Dicky mendorong agar pemerintah lebih agresif saat melakukan penelusuran kontak atau tracing terhadap seluruh temuan untuk kasus Omicron. Dicky juga meminta agar pemeriksaan untuk varian baru juga menyasar mereka yang mengidap gejala klinis virus Covid-19 saat baru datang dari luar negeri. Pemantauan kegiatan selama 14 hari pasca karantina selesai pun harus dilakukan oleh pemerintah.

Kementerian Kesehatan mencatat sudah ada 47 kasus untuk varian Omicron yang terdeteksi di Indonesia per tanggal 28 Desember 2021. Perincian sebanyak 46 kasus penularan dari orang yang melakukan perjalanan ke luar negeri atau kasus import, dan satu kasus penularan lokal. Adapun puluhan kasus import itu merupakan kasus dari WNI orang yang melakukan perjalanan dari sejumlah negara. Seperti Amerika Serikat, Kongo, Korea Selatan, Turki, Malaysia, Kenya, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Mesir, Malawi, Spanyol, Inggris, Turki, dan ada pula seorang WNA asal Nigeria.

advertisement
Menurut Ahli Kasus Omicron RI Bukan Lagi Penularan Lokal Tapi Masyarakat | admin | 4.5