advertisement

Jornada ke-7 Kompetisi BRI Liga 1 2021/2022: Memiliki Rekor Menterang, Begini Alasan Madura United enggan sepelekan Persela Lamongan

Saturday, October 16th, 2021 - Trending
advertisement

Madura United enggan memandang sebelah mata Persela Lamongan menyongsong perjumpaan kedua klub. Laga kedua klub itu akan tersaji dalam pekan ketujuh Kompetisi BRI Liga 1 (2021/2022) di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (16/10/2021) sore.

Juru taktik Laskar Sape Kerrab, Rahmad Darmawan, berpendapat bahwa Laskar Joko Tingkir sebagai klub yang punya kekuatan dalam tampil secara kolektif. Faktor itu wajib diwaspadai oleh klubnya demi kembali mendulang angka.

“Mereka sangat kompak dan cepat sekali dalam melakukan serangan. Saya pikir hal itu yang harus kami waspadai dari Persela,” kata Rahmad Darmawan dalam jumpa pers virtual sebelum laga, Jumat (15/10/2021).

“Persela mengandalkan permainan tim secara kolektif dan saya melihat mereka cukup tangguh. Yang pasti kami harus disiplin lagi melawan Persela. Karakter tim mereka begitu kuat,” imbuh pelatih berusia 54 tahun itu.

Dua klub ini sesungguhnya tengah dalam keadaan tidak baik-baik saja lantaran seri perdana lalu dilampaui dengan hasil yang kurang menyenangkan. Laskar Joko Tingkir dan Laskar Sape Kerrab merupakan klub dengan produktivitas gol terendah.

Klub asal Kota Soto itu cuma bisa mendulang enam angka dari enam partai yang sudah dijalani dengan cuma memetik dua kemenangan dan melesakkan tiga gol saja. Hasil itu membikin Laskar Joko Tingkir menempati papan bawah, tepatnya urutan ke-13 klasemen sementara.

Sedangkan klub asal Pulau Garam ini menempati posisi ke-11 dan mengumpulkan tujuh angka dan cuma menciptakan lima gol. Mereka memetik satu menang, empat seri, dan satu tumbang. Beda gol mereka no lantaran sama-sama kemasukkan dan kebobolan lima kali.

“Tentu harapan dan target bermain baik dan bisa memenangkan pertandingan, mendapatkan hasil maksimal. Itu berdampak bagus bagi kami untuk menatap pertandingan-pertandingan selanjutnya,” ungkapnya.

Di sisi lain, Laskar Sape Kerrab jauh lebih unggul dari Laskar Joko Tingkir dalam rekor perjumpaan dengan memenangkan enam dari 11 laga menghadapi Persela Lamongan sejak 2016. Bandingkan saja dengan Laskar Joko Tingkir yang cuma memenangkan tiga saja.

Rekor mentereng Laskar Sape Kerrab atau Laskar Joko Tingkir tidak cuma jumlah kemenangan yang lebih dominan, Slamet Nurcahyo dan rekan-rekan pula sempat menang dengan 5-1 pada jornada perdana ajang kasta tertinggi Indonesia 2019 di hadapan pendukung tim besutan Rahmad Darmawan tersebut.

Akan tetapi, juru taktik asal Lampung itu memilih mengabaikan catatan perjumpaan itu. Rekor itu menjadi bekal klubnya, dia enggan anak didinya terlena.

“Bagi saya yang penting, kami bersiap menghadapi lawan pada tanggal 16 (Oktober), lebih baik fokus terhadap segala persiapan yang kami lakukan demi mengantisipasi segala kemungkinan,”ujar pelatih yang karib dengan sapaan RD itu.

advertisement
Jornada ke-7 Kompetisi BRI Liga 1 2021/2022: Memiliki Rekor Menterang, Begini Alasan Madura United enggan sepelekan Persela Lamongan | admin | 4.5