advertisement

Dragan Djukanovic Resmi Angkat Koper Dari PSIS Semarang Menjelang Kompetisi BRI Liga 1 2021/2022, Manajemen: Murni Lantaran Ketidakpastian Ajang

Wednesday, August 11th, 2021 - Trending
advertisement

PSIS Semarang wajib meladeni keadaan ditinggalkan oleh juru taktik Dragan Djukanovic menyongsong kompetisi BRI Liga 1 2021/2022 bergulir. Sang nahkoda memilih mundur dari jabatannya, Selasa (10/08/2021).

Sang juru latih sudah balik ke negaranya, dan bakal memulai petualangan anyar di Yunani. Berita beredar, juru racik kelahiran Montenegro itu akan melatih tim Liga Yunani yang berbasis di Kota Arta, AE Karaiskakis.

Hal penyebab dirinya memilih mundur dari klub asal Kota Lumpia itu adalah lantaran keadaan ajag Liga Indonesia yang tidak jelas. Sejak merebaknya wabah virus Corona di tahun 2020, sepak bola Tanah Air terdampak dan dalam ketidakpastian untuk mampu bergulir.

Termasuk konsep musim 2021 ini yang terus diusahakan mampu segera memperoleh lampu hijau dari pemerintah. Kompetisi Liga 1 2021/2022 sedianya dimulai pada 09 Juli lalu, bergeser ke 20 Agustus mendatang. Berita teranyar, kembali diundur menjadi 27 Agustus.

Jajaran direksi tim Mahesa Jenar ikut buka bicara masalah keputusan nahkoda berusia 51 tahun itu yang memilih angkat koper. Komisaris PSIS Semarang, Junianto mengetahui keputusan yang diambil sang pelatih.

“Benar bahwa coach Dragan ke Liga Yunani. Kemarin juga pamit ke saya hanya mau menyelesaikan masalah keluarga,” ungkap Junianto, Selasa (10/08/2021).

Kiprah eks pelatih Sindelic Beograd itu bareng Mahesa Jenar sesungguhnya berjalan dengan cukup baik dan bisa membawa pengaruh positif. Sang arsitek itu hadir ke PSIS Semarang di akhir musim 2019 dengan menjabat sebagai direktur teknik.

Kemudian ia ditunjuk mengisi peran juru racik kepala. Mahesa Jenar bermain garang di musim 2020 dengan berada di posisi kelima klasemen, sebelum ajang digugurkan lantaran wabah virus Corona.

Begitu juga dengan performa Hari Nur Yulianto dan rekan-rekan pada ajang Piala Menpora 2021. Bermain dengan kekuatan 100 persen pilar lokal, Mahesa Jenar bisa menjadi kuda hitam dengan menembus babak delapan besar.

Komitmen mantan pelatih Borneo FC itu bareng Mahesa Jenar masih cukup besar ketika adanya konsep ajang bergulir di awal tahun 2021. Ia tetap tiap di Semarang, sampai membantah tawaran menukangi tim lain.

Tetapi lantaran lagi-lagi ajang belum jelas berjalan, ia angkat koper dari PSIS Semarang.

“Memang dia (Dragan Djukanovic) kecewa dengan kondisi liga yang tidak menentu di negeri ini. Apalagi sudah 1,5 tahun di Indonesia,” jelas Junianto.

advertisement
Dragan Djukanovic Resmi Angkat Koper Dari PSIS Semarang Menjelang Kompetisi BRI Liga 1 2021/2022, Manajemen: Murni Lantaran Ketidakpastian Ajang | admin | 4.5