advertisement

Sektor Serang Arema FC Belum Bertaji, Pelatih Singo Edan Santai Saja

Tuesday, September 7th, 2021 - berita bola
advertisement

Ketajaman sektor depan Arema FC terlihatnya belum tampak. Pada laga perdana di kompetisi BRI Liga 1 2021/2022 meladeni PSM Makassar, Minggu (05/09/2021) malam, Singo Edan baru mampu menciptakan gol via tendangan penalti Hanif Sjahbandi.

Duel di Stadion Pakansari, Bogor itu berkesudahan seri 1-1. Apapun brace Juku Eja diciptakan oleh Ilham Udin Armyn.

Arsitek Singo Edan, Eduardo Almeida, tidak menyalahkan sektor serang klubnya. Hal tampil dengan 10 orang sejak menit ketiga menjadi salah satu penyebabnya. Arema kehilangan satu pilar usai winger Jayus Hariono diganjar kartu merah usai melanggar Sutanto Tan.

Alhasil, Arema lebih banyak bermain bertahan. Tenaga Carlos Fortes dan rekan-rekan pula lebih banyak terkuras menghadapi permainan 11 punggawa Juku Eja.

“Kami bisa dapat peluang dan berujung dengan penalti. Selain itu, Fortes juga punya peluang emas (babak kedua). Bermain dengan 10 pemain pasti melelahkan. Tapi pemain sudah berupaya membuat peluang,” kata Almeida, tentang permainan Arema FC.

Sesungguhnya, permasalahan ketajaman ini sudah terasa dalam dua uji tanding terakhir sebelum Liga 1. Arema mencoba tim Liga 2, PSIM Yogyakarta dan Persis Solo.

Dalam dua partai itu Singo Edan tidak bisa menciptakan gol. Tapi nahkoda asal Portugal itu tidak ingin menyalahkan para pilarnya.

Baginya, ini bukan sekedar permasalahan punggawa depan. “Saya tidak berkomentar soal individu pemain. Tapi secara tim,” sambungnya.

Artinya, kalau masih belum mampu menciptakan gol via skema permainan yang rapi, ini menjadi tugas yang wajib dipecahkan Singo Edan secara skuat.

Sesungguhnya klub kebanggaan Aremania itu ingin bermain menyerang ketika musuh Juku Eja. Itu tampak dari formasi dan komposisi pilar di awal pertandingan.

Sektor serang mengandalkan trio, Dedik Setiawan, Carlos Fortes dan Kushedya Hari Yudo. Tetapi mereka wajib lebih banyak turun lantaran tampil dengan 10 orang.

Di babak kedua, klub asal Malang itu mengurangi bombernya. Striker bernomor punggung 27 di Arema FC ini digantikan Sergio Silva untuk merapatkan pertahanan.

Berikutnya, Singo Edan bakal berusaha menuntaskan permasalahan gol saat meladeni klub kuat, Bhayangkara FC, pekan depan, Minggu (12/09/2021).

Ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelatih berusia 43 tahun itu dan anak didiknya. The Guardians punya materi pilar lebih kuat. “Kami masih punya waktu persiapan satu minggu. Tim akan persiapan di sini (Bogor/Jakarta),” terangnya.

advertisement
Sektor Serang Arema FC Belum Bertaji, Pelatih Singo Edan Santai Saja | admin | 4.5