advertisement

PT Liga Indonesia Baru Nekat Merogoh Kantong Rp 84 Miliar Untuk Membawa 1 Set VAR ke Indonesia

Saturday, October 30th, 2021 - berita bola
advertisement

Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita mengungkapkan bahwa pihaknya menyediakan kantong sampai 6 juta dolar atau setara dengan Rp84 miliar untuk mendatangkan Video Assistant Referee (VAR) ke Liga 1 musim depan.

Lukita menerangkan, harga Rp84 miliar itu untuk membeli paket komplit VAR, termasuk peralatan dan pelatihan untuk menggunakannya.

“Hitungan kasarnya, satu VAR itu mencapai 6 juta dolar AS. Itu nanti penggunaannya bisa pindah-pindah dari satu stadion ke stadion lain,” kata Lukita di Kantor PT LIB, Menara Mandiri, Jakarta Selatan, Jumat (29/10/2021).

PT LIB berniat untuk membawa satu set VAR lebih dulu. Lukita mengatakan, pihaknya berkeinginan dapat menguji coba teknologi canggih itu pada akhir musim ajang kasta teratas Indonesia tersebut.

“Untuk tahap awal, kami akan membeli satu set VAR. Kalau nanti kompetisi kembali ke format semula, kandang dan tandang, kami harus membuat klaster VAR agar tidak jauh perpindahannya,” ucap Lukita.

Klaster VAR yang dimaksud Lukita adalah PT LIB membeli sejumlah VAR yang dapat digunakan secara bergantian untuk sembilan duel dalam tiap pekan Liga 1.

“Saya maunya penggunaan VAR untuk semua partai Liga 1. Namun nantinya, kami akan tempatkan VAR di laga-laga yang sekiranya membutuhkan VAR,” papar Lukita.

“Polanya nanti memakai mobile sistem. Nanti VAR-nya pakai truk kontainer. Jadi bisa kami pindah-pindahkan dari satu laga ke laga lain. Jadi untuk sembilan partai, kami bisa gunakan tiga set VAR misalnya,” ucap pria yang karib dipanggil Lulu itu.

Konsep PT LIB menghadirkan VAR ke ajang kasta tertinggi Indonesia musim depan bertujuan untuk membantu wasit yang sering membikin kesalahan, terutama dalam keputusan-keputusan krusial.

Lukita sadar bukan masalah gampang bagi pihaknya dalam menerapkan VAR pada Liga 1 musim depan. Akan tetapi, pihaknya cukup serius untuk menyiapkannya dengan menghadirkan konsultan teknologi canggih itu ke Indonesia.

Selain peralatan yang mahal, pemakaian VAR pula wajib didukung oleh infrastruktur yang memadai dan wasit yang terlatih plus berlisensi.

“Jadi kami memiliki program percepatan. Seorang konsultan VAR sudah datang ke PT LIB agar kami bisa ikut program percepatan dengan mendatangkan pengajarnya,” jelas Lukita.

“Itu lebih efisien. Peralatannya nanti akan kami beli dan dijui coba. Saat uji coba nanti, kami bakal didampingi. Sebab, tidak semua bisa diputuskan oleh VAR. Mungkin hanya penalti dan kartu merah,” imbuhnya.

Lukita berkeinginan uji coba VAR dapat diadakan pada akhir musim ini sehingga pemakaiannya mampu dimulai pada ajang kasta teratas Indonesia tahun depan.

“Mestinya, VAR digunakan di Liga 1 musim depan. Namun, saya berharap akhir musim ini kami dapat melakukan uji coba,” tutur pria asal Bandung, Jawa Barat itu.

“Saya mau seluruh wasit ikut pelatihan dan seleksi agar dapat memegang lisensi VAR. Saya bersama PSSI telah membicarakan terkait VAR ini sejak 2020. Namun, sempat terhenti karena pandemi dan kami mulai lagi sekarang,” ucapnya.

advertisement
PT Liga Indonesia Baru Nekat Merogoh Kantong Rp 84 Miliar Untuk Membawa 1 Set VAR ke Indonesia | admin | 4.5