advertisement

Pelatih Persebaya Surabaya Siap Memberi Debut Tiga Pilar Muda Bajol Ijo, Tapi ….

Wednesday, August 25th, 2021 - berita bola
advertisement

Persebaya Surabaya mengangkut rencana anyar dalam pelaksanaan kompetisi BRI Liga 1 2021/2022. Kedatangan Aji Santoso di kursi juru racik membikin Bajol Ijo, mengandalkan banyak punggawa-punggawa muda.

Bahkan dalam rekrutan legiun asing saja, tim asal Kota Pahlawan itu menggaet empat punggawa yang belum berusia 30 tahun. Taisei Marukawa (24), Jose Wilkson (29), Alie Sesay (27), dan Bruno Moreira (22) akan menjadi andalan musim ini. Dari 30 pilar yang ada di Persebaya saat ini setengah di antaranya belum genap berumur 23 tahun.

Beberapa punggawa seperti Marselino Ferdinand, Akbar Firmansyah dan Dicky Kurniawan bahkan belum merasai debut resmi.

Meskipun begitu, arsitek berusia 51 tahun ini menilai perkembangan para pilar muda ini mengalami peningkatan berarti dari hari ke hari. Terutama tiga amunisi mudah itu.

“Perkembangan anak muda seperti Marselino, Akbar dan Dicky cukup signifikan. Meskipun mereka belum punya pengalaman di kompetisi tapi paling tidak dia sudah beradaptasi. Mudah-mudahan ini meningkat terus,” ungkapnya.

Tetapi, juru racik asal Malang itu ogah membebani ketiganya dengan tanggung jawab yang besar. Ajang musim ini dianggap sang pelatih sebagai lompatan besar untuk karier mereka.

“Matangnya (permainan) mereka harusnya memang tahun 2022. Jadi tahun depan mereka sudah harus siap seratus persen,” imbuh Aji Santoso lagi.

Mantan pelatih PSIM Yogyakarta itu menerangkan kalau dia tidak membedakan status punggawa diskuatnya. Apakah dia pilar berlabel tim nasional, legiun asing ataupun punggawa muda.

Baginya seluruh amunisi punya peluang yang sama untuk dimainkan. Itu karenanya, eks arsitek Persela Lamongan itu mewanti-wanti semua pilarnya untuk bersiap semisalnya peluang hadir menghampiri mereka.

“Kita selalu menciptakan situasi yang positif, yang fair terhadap pemain. Saya selalu sampaikan saya selalu beri kesempatan baik dan semuanya sama. Saya tidak lihat ini pemain asing mesti main. Tidak ada di kamus saya seperti itu,” tegasnya.

Aji Santoso tidak segan memberi tempat utama ke punggawa lain. Kalau pilar yang ditunjuknya sebagai starter tidak bisa memenuhi harapannya di dalam laga.

“Kalau dia tidak siap dan tidak bisa menunjukkan satu permainan seperti yang saya inginkan. Tentunya saya akan cari alternatif-alternatif yang lain,” jelas Aji Santoso.

Dalam aturan teranyar kompetisi BRI Liga 1 disebutkan kalau punggawa yang mampu dimainkan, cumalah yang sudah memperoleh dua kali dosis vaksin. Bagi Bajol Ijo, peraturan itu ditasa amat memberatkan.

Karena, empat legiun asing Bajol Ijo baru saja memperoleh vaksin dosis pertama Aztrazaneca pertengahan pekan kemarin. Perlu waktu beberapa minggu ke depan bagi mereka untuk memperoleh dosis vaksin kedua.

Menanggapi kemungkinan paling buruk itu, mantan pelatih Timnas Indonesia U-23 itu jajal bersikap santai. Dia pun sudah memikirkan beberapa opsi lain untuk menggantikan peran para legiun asingnya dalam skema permainan Bajol Ijo.

“Ya nanti kita lihat perkembangan supaya pemain asing yang belum vaksin dua kali bisa main. Semoga tetap bisa main. Tetapi saya sudah mengantisipasi (bermain tanpa pemain asing),” ujar Aji Santoso.

Selain keempat punggawa impor itu, dua nama pilar muda Bajol Ijo lain pula mengalami nasib serupa. Marselino Ferdinan dan Ruy Arianto terancam tidak mampu ikut di awal ajang lantaran belum sama sekali memperoleh dosis vaksin.

Umur kedua pilar itu kurang tidak memenuhi syarat memperoleh vaksin sebab masih berumur kurang dari 17 tahun. Padahal, keduanya berkesempatan memecahkan rekor debutan paling muda Liga 1 kalau memperoleh debut bareng Bajol Ijo di kompetisi BRI Liga 1 nanti.

advertisement
Pelatih Persebaya Surabaya Siap Memberi Debut Tiga Pilar Muda Bajol Ijo, Tapi …. | admin | 4.5