advertisement

Mario Jardel Gugup Meladeni Ketidakpastian Ajang Shopee Liga 1

Tuesday, January 12th, 2021 - berita bola
advertisement

Tiga tahun telah Mario Jardel berstatus sebagai amunisi Profesional. Pada musim ketiganya, tepatnya di Shopee Liga 1, sang pilar wajib mengalami kondisi yang menjengkelkan.

Palang pintu Persib Bandung itu merupakan bek masa depan Pangeran Biru. Sang amunisi sudah merintis dari skuat junior sebelum dipromosikan ke tim senior pada 2018.

Penundaan kompetisi kasta tertingg sepak bola Indonesia musim ini menjadi pengalaman perdana pemain berusia 20 tahun ini meladeni ketidakpastian gelaran. Sebagai amunisi belia, kondisi ini tentu mengganggu perkembangan kariernya.

Tidak mau menyerah dengan kondisi, lini belakang bernomor punggung 66 di Persib Bandung itu tetap bekerja keras di tengah ketidakjelasan Shopee Liga 1. Sang pilar terus mematuhi perintah dari juru latih Robert Rene Alberts untuk berlatih secara mandiri.

“Sebenarnya, saya bingung menghadapi situasi seperti ini. Jadi, saya memilih fokus menjalankan program mandiri dari pelatih saja. Sambil menunggu kabar baik dari manajemen atau pelatih,” kata Mario Jardel dinukil dari laman Persib.

Amunisi belia Pangeran Biru lainnya, Ravil Shandyka, cuma mampu bersabar menanti status Shopee Liga 1. Sama seperti Mario Jardel, punggawa berumur 18 tahun ini tetap konsisten mengiringi arahan dari pelatih asal Belanda ini.

“Pelatih hanya menyarankan pemain untuk menjalankan latihan yang sama seperti sebelumnya. Tapi, juga memberikan kebebasan. Ini tak mudah, tapi harus dijalani,” ujar Ravil.

“Mau bagaimana lagi, kompetisi belum dimulai. Saya sebagai pemain hanya bisa bersabar dan sebisa mungkin melakukan variasi dalam latihan supaya tidak bosan,” jelas pemain jebolan Diklat Persib tersebut.

advertisement
Mario Jardel Gugup Meladeni Ketidakpastian Ajang Shopee Liga 1 | admin | 4.5