advertisement

Kembali Bareng di Persebaya, Samsul Arif Mengungkapkan Peran Aji Santoso Dalam Kariernya

Friday, April 2nd, 2021 - berita bola
advertisement

Bomber Persebaya Surabaya, Samsul Arif, menjadi pilar yang tetap moncer meskipun memasuki usia senja sebagai pesepak bola. Sang pemain sekarang sudah berumur 36 tahun, tapi masih bermain produktif bareng Bajol Ijo di Piala Menpora 2021.

Pemain asal Bojonegoro itu sudah mencatatkan dua brace dalam dua performanya Grup C Piala Menpora 2021. Seluruh gol yang disumbangkannya lahir dari eksekusi penalti saat tim asal Kota Pahlawan ini menang 2-1 atas Persik Kediri dalam matchday perdana yang dihelat 23 Maret 2021.

Pilar berusia 36 tahun ini termasuk amunisi lokal yang produktif. Dia selalu bersaing dalam daftar pencetek gol terbanyak sejak era Liga 1. Seperti diketahui, gelar individu sebagai tops scorer memang selalu menjadi milik legiun asing.

Amunisi berpostur tinggi 166cm itu mengaku kariernya memperoleh banyak bantuan dari Aji Santoso, sosok yang sekarang menjadi nahkodanya di Bajol Ijo. Keberadaannya menjadi sebuah hal di balik keputusannya berlabuh dengan klub kebanggaan Bonek dan Bonita itu.

“Saya mengenal Coach Aji sejak lama. Jaman dulu pernah ikut seleksi PON Jatim, tapi mungkin orangnya tidak tahu. Terus kami juga pernah bekerjasama di Persela. Kami hampir selalu berkomunikasi, meski tidak satu tim,” ungkap Samsul Arif dalam kanal Youtube Official Persebaya.

“Saya pikir Coach Aji punya pengaruh besar buat karier dan permainan kedewasaan saya di lapangan. Saya banyak termotivasi oleh beliau. Saya tahu sosok Coach Aji adalah orang yang adil di dalam maupun di luar lapangan. Itu menjadi alasan saya di sini,” imbuhnya.

Kerja sama eks penyerang Barito Putera itu dan pelatih asal Malang ini sebagai punggawa dan juru racik dalam dunia sepak bola profesional perdana kali terjalin di Liga 1 2017. Ketika itu, keduanya sama-sama menjadi bagian Persela Lamongan. Sang ujung tombak menjadi pilar lokal tersubur pada musim itu dengan koleksi 17 gol.

Dia cuma takluk dari Sylvano Comvalius (37 gol/Bali United/Belanda) dan Marclei Santos (24/Mitra Kukar/Brasil). Lalu, masih ada bomber Brasil Beto Goncalves dengan 22 gol bareng Sriwijaya FC yang sekarang sudah menjadi WNI.

Pada umur yang makin bertambah, mantan striker Persita Tangerang itu sadar tantangannya semakin berat untuk tetap menjaga ketajaman dan naluri untuk melesakkan brace. Apalagi, ujung tombak asing berdatangan dan saling unjuk ketajaman dengan gelontoran gol bareng tim masing-masing.

“Saya menyadari pemain asing, atau khususnya striker asing, menjadi sosok yang lebih dipilih oleh pelatih karena punya pengalaman atau teknik. Mungkin rata-rata di atas kami. Saya pribadi punya motivasi tinggi untuk berada di level yang sama seperti mereka,” ucap Samsul.

“Minimal semangat yang harus kami jaga terus. Level sepak bola sekarang mungkin membutuhkan sosok yang pekerja keras, bukan teknik semata yang mengandalkan bakat. Yang terpenting adalah motivasi dan mau bekerja, dan saya berada di jalur itu,” tutur mantan striker Timnas Indonesia itu.

advertisement
Kembali Bareng di Persebaya, Samsul Arif Mengungkapkan Peran Aji Santoso Dalam Kariernya | admin | 4.5