advertisement

Jose Wilkson Menilai Kultur Sepak Bola Indonesia Hampir Sama dengan Brasil

Monday, August 2nd, 2021 - berita bola
advertisement

Penyerang Persebaya Surabaya, Jose Wilkson, menyebut kultur sepak bola Indonesia hampir sama dengan Brasil. Tetapi, itu tentu cuma pandangan sekilas sang pilar kepada sepak bola Tanah Air.

Punggawa asal Brasil itu belum sempat merasai atmosfer laga sepak bola dalam ajang Indonesia. Bajol Ijo merupakan tim Indonesia perdana yang diperkuatnya. Dia punya pandangan itu usai melihat semangat besar pendukung dalam mendukung tim.

“Sepak bola Indonesia satu di antara yang terbaik di dunia. Saya punya beberapa teman yang bermain di sini. Mereka bilang Indonesia sangat besar, punya banyak suporter. Ini bagus buat karier saya,” ungkap Wilkson.

“Saya berharap bisa mencatatkan musim yang bagus bersama Persebaya. Indonesia punya kemiripan dengan Brasil, karena Brasil punya kultur sepak bola yang kuat. Banyaknya suporter (Indonesia) membuatnya mirip dengan Brasil,” imbuhnya.

Striker berpostur tinggi 190cm itu adalah nama kesekian dari banyaknya pesepak bola Brasil yang ada di Indonesia. Klub asal Kota Pahlawan itu bahkan hampir selalu punya punggawa asal Negeri Samba itu tiap musim, dengan catatan regulasi ajang memperbolehkan legiun asing.

Bajol Ijo pula dikenal punya banyak bomber Brasil yang tajam, mulai dari Jacksen Tiago hingga David da Silva. Banyak yang menilai kultur sepak bola Surabaya dan Negeri Samba memang punya kemiripan.

Faktor yang sama pula terjadi dalam keadaan geografis sampai kuliner antara keduanya. Alasan itulah yang disinyalir membikin banyak punggawa Brasil betah menjadi bagian Bajol Ijo.

Tetapi, penyerang berusia 29 tahun itu meladeni tantangan yang tidak gampang bareng tim anyarnya. Sang pilar menjadi keinginan bagi pendukung Bajol Ijo sebagai mesin gol tumpuan.

Masalahnya, tim kebanggaan Bonek dan Bonita itu sempat punya ujung tombak asal Brasil juga yang bisa memikat hati Bonek, pendukung Bajol Ijo. Dia adalah David da Silva yang bisa melesakkan 39 gol dari 43 performa selama berkostum Persebaya pada 2018 sampai 2020.

Beban berat sekarang dipikul oleh eks pemain Hibernians FC itu untuk melanjutkan sumbangan brace yang sudah diciptakan oleh David da Silva sebelumnya. Sang pemain justru menganggap ini sebagai tantangan anyar dalam kariernya.

“Saya tahu ini tantangan yang besar. Saya harus bekerja keras di sini. Saya harus mencetak banyak gol. Saya tahu ada David da Silva dulu. Saya menonton videonya. Ketika saya datang ke Persebaya, saya harus melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan David da Silva,” ucapnya.

Sayangnya, punggawa bernomor punggung 84 di Persebaya ini punya reputasi yang kurang bagus sebagai penyerang bareng tim-tim sebelumnya di Malta. Dari data Transfermarkt, dia cuma bisa menciptakan sembilan gol dari 43 performa di liga Malta bareng dua tim yang berbeda, yaitu Senglea Athletic dan Hibernians.

advertisement
Jose Wilkson Menilai Kultur Sepak Bola Indonesia Hampir Sama dengan Brasil | admin | 4.5