advertisement

Eduardo Almeida Belum Mampu Memberikan Penilaian Kepada Punggawa Muda

Tuesday, October 5th, 2021 - berita bola
advertisement

Arema FC mulai memberi peluang untuk pilar muda bermain di Kompetisi BRI Liga 1. Pada jornada keenam, ketika menang telak menghadapi Persela Lamongan di Stadion Madya, Jakarta, dua pemain jebolan Akademi Arema dimainkan.

Dua punggawa yang dimaksud adalah Bramntio Ramadhan dan Tito Hamzah, yang berposisi sebagai sayap dan winger serang. Mereka memperoleh menit tampil lumayan.

Tito masih menggantikan Dendi Santoso menit 60. Sedangkan Bramntio menggantkan M. Rafli menit 64. Sayangnya, ketika mereka di lapangan, malah Singo Edan banyak ditekan Laskar Joko Tingkir.

Alhasil, performa dua punggawa muda ini tidak banyak tampak. Meskipun begitu, setidaknya keduanya memiliki pengalaman.

Arsitek Singo Edan, Eduardo Almeida tidak mau memberikan tanggapan masalah penampilan keduanya. Bagi Tito, ini merupakan performa keduanya, sedangkan Bramntio, baru melakoni debut.

“Saya tidak bisa memberikan komentar soal individu pemian. Termasuk pemain muda,” jelas mantan pelatih Semen Padang itu.

Tampilnya kedua pilar muda itu pula memberikan dampak bagi Akademi Arema. Imej tempat Singo Edan menggodok punggawa muda itu terangkat.

Lantaran produknya kembali muncul di skuat senior. Sesungguhnya sejak dua musim terakhir Akademi Arema mulai melahirkan para amunisi muda. Sebelumnya ada Vikrian Akbar, Andriyas Francisco dan lainnya. Tapi para pilar itu masih perlu banyak jam terbang.

Ini berbeda dengan era Dendi Santoso dan Ahmad Alfarizi. Saat mereka promosi ke skuat senior, talentanya langsung tampak. Sehingga dua pilar itu hingga saat ini masih jadi tulang punggung Arema. Usai lebih dari 10 tahun Kedua pilar ini mengabdi, Singo Edan berkeinginan ada banyak penerusnya.

advertisement
Eduardo Almeida Belum Mampu Memberikan Penilaian Kepada Punggawa Muda | admin | 4.5